ASAFF 2020: Indonesia Menginisiasi Kolaborasi Pemerintah dan Bisnis dalam Ketahanan Pangan Asia

0
1438
ASAFF 2020: Indonesia Menginisiasi Kolaborasi Pemerintah dan Bisnis dalam Ketahanan Pangan Asia

“Kawasan Asia memiliki kontribusi terbesar dalam jumlah penduduk dunia. Jumlah penduduk Asia ssebear 4,6 miliar jiwa,”tegasnya.  Sektor pertanian adalah penyumbang GDP terbesar di kawasan Asia dan menjadi bagian strategis dalam memenuhi kebutuhan pangan Asia.

“Indonesia dan kawasan Asia memiliki peran strategis mengingat potensi dan sumber daya alam mendukung untuk memenuhi kebutuhan pangan, air, dan energi dunia, khususnya memenuhi kemandirian di kawasan Asia. Indonesia, salah satunya, sedang mengembangkan bio-energy, antara lain mengembangkan bahan bakar Bio Solar B30, dimana sebanyak 30 persen dalam bahan bakar minyak tersebut bersumber dari pertanian,”papar Moeldoko.

Moeldoko yang juga digelari sebagai Panglima Tani, memaparkan ASAFF 2020 berusaha mengurai permasalahan-permasalahan tersebut, khususnya terkait dengan sektor pertanian dan ketahanan pangan di kawasan Asia. Melalui event Pameran, Konferensi, Forum Agrobisnis, diharapkan terjadi jalinan kerjasama antar negara dan  antar bisnis di kawasan Asia.

Ketua Panitia ASAFF 2020, Rifki Karsayudha memaparkan, ASAFF 2020 terdiri dari konferensi, forum bisnis, dan pemeran pertanian Asia. Selain membahas peluang kolaborasi pertanian di kawasan Asia, juga mengusung potensi generasi muda terlibat dalam sektor pertanian melalui smart farming dan digital farming.

AASAFF 2020 menghadirkan keynote speakers Dr Moeldoko dan Menteri Pertanian RI, Dr Syahrul Yasin Limpo. Mereka akan mengulas  “Building Synergy and Agricultural Collaboration in Asia” dan “Indonesia toward National Self-Sufficient and Producer of Agriculture in Asia”. Narasumber Asia lainnya akan hadir dalam sesi  “Asian Government Collaboration for Better Farmers Welfare” dan  “Uniqueness of Asian Agriculture to Improve Competitiveness in Global Market”.

ASAFF 2020 diharapkan juga mampu mencetak transaksi bisnis pertanian di kawasan Asia. Berdasarkan data ASAFF 2018, banyak perusahaan-perusahaan di Indonesia dan Asia yang menjajaki kerjasama antar korporasi membangun sinergi bisnis di kawasan Asia. “Diharapkan tahun ini apa yang sudah dijajaki bisa direalisasikan dalam aksi bisnis dengan kolaborasi strategis,”jelas Rifki.*

1 2

Leave a reply

3 × one =